KEMANA ARAH BEM UNESA SAAT INI ?
M.wahyu Ariyanto
M.wahyu Ariyanto
Di auditorium g2 fakultas ekonomi Unesa tepatnya pada tanggal 23 Mei 2018 ada sebuah kegiatan mengenai seminar Nasional. Kami selaku mahasiswa sangat tertarik dalam kegiatan tersebut apalagi adanya buka bersama dan takjil gratis, entah dari mana kegiatan tersebut hanya beberapa orang saja yang mengetahui, saya saja mengetahui dari undangan presiden mahasiswa Unesa. Setelah hadir dalam kegiatan tersebut ternyata itu adlah sebuah kegiatan awal atau perdana BEM UNESA atau lebih dikenal sebuah launching dan juga sekaligus kegiatan seminar Nasional dengan keynote speaker adalah bapak Kalpolri kita tercinta.
Waktu tak sesuai
realita dan mungkin ini adalah yang membudaya di negera kita, ya ketidak ontime
sebuah acara atau kegiatan lainnya, tiba tiba ada seseorang yang berjalan
menuju tempat duduk tamu undangan, saya terkejut ketika adanya sebuah atribut
salah satu golongan organisasi eksternal kampus, namun saya masih antusias dalam
kegiatan karena mungkin itu adalah undangan karena didalam seminar mengundang
pimpinan tertinggi golongan tersebut.
Agenda demi agenda saya
ikuti, anehnya saat itu kenapa golongan yang menurut saya adalah undangan itu
sambutan di podium, bahkan 2 momen antara ketua panitia dan perwakilan PB
ucapnya. Pikiran saya mulai tidak logis kembali karena pertanyaan saya dalam
benak diri “ini acara siapa ? BEM UNESA atau Golongan tersebut?”
Didalam PERMENDIKTI
no.26/dikti/KEP/2002 sudah jelas diterangkan bahwa :
Melarang segala bentuk
organisasi ekstra kampus dan partai politik membuka sekretariatan atau
melakukan aktivitas politik praktis di kampus.
Mungkin peraturan
tersebut adanya pro dan kontra, tergantung sikap dan kepentingan siapa ddalam
kegiatan tersebut, apakah memang mewakili mahasiswa atau hanya keuntungan satu
golongan saja. Dalih toleransi yang ada mungkin ketidak terimaan golongan lain.
Bahkan ketika
perwakilan polri sendiri bingung, ini kegiatan siapa BEM Unesa namun
undangannya dari salah satu organisasi ekternal tersebut, ditambah
molornyakegiatan sampai saya melihat adanya peserta kelaparan dan keluar
ruangan, disusul oleh peserta lain. Dan sayapun ikut meninggalkan kegiatan
tersebut, mohon maaf terhadap panitia penyelenggara.
Kalau memang BEM UNESA
mengandakan sebuah launching mungkin bisa mengundang seluruh komponen
organisasi eksternal, jangan salahkan jka nanti ada salah satu ormek yang
meminta acara serupa, menuntut keadilan. Dengarkan saudaraku yang sedang
ditampuk pimpinan, kalian adalah pimpinan kami, seluruh golongan, semoga kalian
akan objektif dalam menentukan arah BEM Unesa kedepan, yang harus di tegakkan
adalah keadilan dan juga sikap yang benar-benar menjunjung toleransi bukan
malah memarjinalkan sebuah golonagn, akan timbul bibit bibit perpecahan, saat
ini masih awal kepengurusan kami percaya kalian.
HIDUP MAHASISWA !!
HIDUP RAKYAT
INDONESIA!!

Betulll
BalasHapusTumbuh subur perlawanan !!
BalasHapusGanyang Malaysia
BalasHapusAcara yang patut di tiru ini membuktikan keterbukaan birokrasi kampus unesa dan contoh yang baik dr teman2 BEM UNESA dan kawan2 HMI,karena dengan kegiatan ini melalui BEM UNESA pesan akan kebebasan berorgnisasi,berserikat benar dijamin oleh konstitusi dan unesa sbgai lembaga juga harus tunduk,adapun pemaknaan terhadap keterlibaran organ ekstra di kampus ini mengalami bias dan mengalami kesalahan tafsir terhadap makna sesungguhnya dr aturan itu,
BalasHapusPerlu di pahami bahwa organ ekstra tidak akan pernah mau membuat skertariatan di kampus dan sudah beda naungan,adapun politik praktis yang dilakukan sahabat2 organ eksrtra itu bukan Politik praktis(elemen trias politik)belum spenuhnya di laksankan,toh kenapa mahasiwa harusnya juga berpolitik,Jangan kolot lah qt ni sudah reformasi mahaswa bebas belajar,bukan lagi orde baru yang mahswa untuk sekedar melingkar memimirkan negaranya saja di larang ditakut2 i, ini pemberlajaran berpolitik,qt mahasiswa di didik untuk belajar terbuka dalam berdemokrasi dan peduli terhadap perkembangan bangsa jangan subversif lah dalam memaknai aturan,
Mungkin saran saya alangkah lebih mantab jika organ eksrta sekaliber GMNI,PMII.GMKI.PMKRI juga diundang biar tidak terkesan kawan2 HMI memonopoli eksistensi.
Sy yakin pesan ini akan sampai ke kawan2 mahasiswa bahwa berormek itu menjadi pilihan yang baik,
Semoga kedepan hal demikian ini menjadi contoh untuk organ2 lain baik sahabat2 PMII yang punya kader DI ormawa atau kawan2 GMNI
Hidup mahasiswa
Salam Pergerakan
Salam hangat dan bangga dari sy Kader PMII