Kamis, 24 Mei 2018

KEMANA ARAH BEM UNESA SAAT INI ?


KEMANA ARAH BEM UNESA SAAT INI ?
M.wahyu Ariyanto

Di auditorium g2 fakultas ekonomi Unesa tepatnya pada tanggal 23 Mei 2018 ada sebuah kegiatan mengenai seminar Nasional. Kami selaku mahasiswa sangat tertarik dalam kegiatan tersebut apalagi adanya buka bersama dan takjil gratis, entah dari mana kegiatan tersebut hanya beberapa orang saja yang mengetahui, saya saja mengetahui dari undangan presiden mahasiswa Unesa. Setelah hadir dalam kegiatan tersebut ternyata itu adlah sebuah kegiatan awal atau perdana BEM UNESA atau lebih dikenal sebuah launching dan juga sekaligus kegiatan seminar Nasional dengan keynote speaker adalah bapak Kalpolri kita tercinta.
Waktu tak sesuai realita dan mungkin ini adalah yang membudaya di negera kita, ya ketidak ontime sebuah acara atau kegiatan lainnya, tiba tiba ada seseorang yang berjalan menuju tempat duduk tamu undangan, saya terkejut ketika adanya sebuah atribut salah satu golongan organisasi eksternal kampus, namun saya masih antusias dalam kegiatan karena mungkin itu adalah undangan karena didalam seminar mengundang pimpinan tertinggi golongan tersebut.
Agenda demi agenda saya ikuti, anehnya saat itu kenapa golongan yang menurut saya adalah undangan itu sambutan di podium, bahkan 2 momen antara ketua panitia dan perwakilan PB ucapnya. Pikiran saya mulai tidak logis kembali karena pertanyaan saya dalam benak diri “ini acara siapa ? BEM UNESA atau Golongan tersebut?”
Didalam PERMENDIKTI no.26/dikti/KEP/2002 sudah jelas diterangkan bahwa :
Melarang segala bentuk organisasi ekstra kampus dan partai politik membuka sekretariatan atau melakukan aktivitas politik praktis di kampus.
Mungkin peraturan tersebut adanya pro dan kontra, tergantung sikap dan kepentingan siapa ddalam kegiatan tersebut, apakah memang mewakili mahasiswa atau hanya keuntungan satu golongan saja. Dalih toleransi yang ada mungkin ketidak terimaan golongan lain.
Bahkan ketika perwakilan polri sendiri bingung, ini kegiatan siapa BEM Unesa namun undangannya dari salah satu organisasi ekternal tersebut, ditambah molornyakegiatan sampai saya melihat adanya peserta kelaparan dan keluar ruangan, disusul oleh peserta lain. Dan sayapun ikut meninggalkan kegiatan tersebut, mohon maaf terhadap panitia penyelenggara.
Kalau memang BEM UNESA mengandakan sebuah launching mungkin bisa mengundang seluruh komponen organisasi eksternal, jangan salahkan jka nanti ada salah satu ormek yang meminta acara serupa, menuntut keadilan. Dengarkan saudaraku yang sedang ditampuk pimpinan, kalian adalah pimpinan kami, seluruh golongan, semoga kalian akan objektif dalam menentukan arah BEM Unesa kedepan, yang harus di tegakkan adalah keadilan dan juga sikap yang benar-benar menjunjung toleransi bukan malah memarjinalkan sebuah golonagn, akan timbul bibit bibit perpecahan, saat ini masih awal kepengurusan kami percaya kalian.
HIDUP MAHASISWA !!
HIDUP RAKYAT INDONESIA!!

Rabu, 02 Mei 2018

refleksi pendidikan

 



Refleksi Pendidikan di Bumi Pertiwi
@padosilmu
Selamat hari Pendidikan Nasional, di tanggal 2 mei 2018 banyak yang menulis status dari seorang Presiden sampai seorang yang memiliki wacana #gantipresiden juga turut mengucapkan Hari Pendidikan Nasional.
Ini adalah sebuah syimposium bersama dimana tujuan kita semua sama yaitu perbaikan pendidikan di negeri Indonesia tercinta ini. Banyak sekali yang perlu ditinjau ulang mulai dari kebijakan-kebijakan menteri, dana BOS yang masih belum rata dan dikorupsi halus, Ujian Nasional yang masih amburadul sistemnya, serta revisi kurikulum 2013.
Permasalahan diatas begitu kompleks, masyarakat awam juga tidak melihat sejauh ini mengenai anak-anak mereka yang masih sekolah. Anggapan mereka baik-baik saja “ itu urusan guru yang penting udah di dalam sekolah sudah aman” ucap orag tua siswa. Seluruhnya dilimpahkan kepada guru. Miris bukan pendidikan saat ini ?
Kihajar dewantara yaitu bapak pendidikan nasional yang tanggal lahirnya dijadikan hardiknas pernah mengatakan”Setiap orang menjadi guru, dan setiap rumah adalah sekolah”. Jadi sebetulmya sebuah pendidikan adalah tiang tiang penyangga bangsa, dimana tidak hanya guru saja yang merawat tiang tersebut, melainkan seluruh insan manusia yang hidup di Indonesia, pendidikan menjadi landasan dasar guna mempersiapkan kader muda untuk bonus demografi nanti, agar ditahun 2030 negeri ini masih ada.
Presiden kita dahulu pernah mengatakan “ Revolusi Mental ”, tepat sekali mungkin cita-cita beliau adalah merombak halus mental mental manusia di negara ini,  berani jujur hebat tidak hanya dijadikan tulisan simpatik, namun sebagai realisasi yang penting karena sebuah kejujuran akan dapat mendatangkan kemakmuran. Siswa diajak berpikir nalar realistis diajak bermain sambil belajar, agar tidak memegang mobile legend saja.
Semoga dihari ini cita-cita Ki Hajar Dewantara diteruskan oleh generasi muda yang sedang menghadapi era Revolusi Industri 4.0 ini. Orang tua mampu mengajarkan nilai nilai spiritual saat dirumah, guru mengasah intelektual saat disekolah, lingkungan sekitar mengajarkan human sosial yang baik, apabila terlaksana ditahun 2045 akan benar benar menjadi tahun emas, generasi kita akan cerdas menentukan sikap dengan intelektual tinggi yang dibungkus moralitas yang dapat di terima masyarakat.
                                                                                                            Surabaya, 2 mei 2018

PENCARI JATI DIRI MAHASISWA (1) By : M.W.A Apakah Mahasiswa itu ? Bagaimana Menjadi Mahasiswa seutuhnya ? mungkin banyak diantara kita ha...